Bogor, 7 Agustus 2026 — Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan pegawai hingga memasuki masa purnabakti, Yayasan Pesat Birrul Walidain Bogor bekerja sama dengan PT Reborn Purnakarya Akademi menyelenggarakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP). Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Pesat Birrul Walidain, Kota Bogor ini diikuti oleh sekitar 20 orang pegawai berusia 49 tahun ke atas yang sedang mempersiapkan diri memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun budaya organisasi yang tidak hanya memperhatikan pengembangan pegawai selama masa aktif bekerja, tetapi juga mendampingi mereka dalam menyongsong fase kehidupan berikutnya. Yayasan meyakini bahwa pengabdian seorang pendidik maupun tenaga kependidikan tidak berhenti ketika masa kerja berakhir, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kontribusi yang lebih luas di tengah keluarga dan masyarakat.
Baca juga : Siap Jadi Tenaga Ahli Profesional: Siswa Kelas XII Pesat IT XPro Ikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi BNSP
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pesat Birrul Walidain Bogor, Ibu Lida Hasanah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa persiapan pensiun merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia. Menurut beliau, memasuki masa pensiun memerlukan kesiapan yang utuh, bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga kesehatan fisik, kematangan emosional, kedekatan spiritual, serta kesiapan menjalani peran baru dalam kehidupan.
Beliau berharap melalui pelatihan ini para peserta mampu memandang masa pensiun sebagai sebuah fase yang penuh peluang. Dengan perencanaan yang baik, masa purnabakti justru dapat menjadi momentum untuk lebih dekat dengan keluarga, memperluas pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan potensi diri, serta memperbanyak amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Sebagai narasumber utama, Coach Dr. Jumadi Subur, CEO PT Reborn Purnakarya Akademi sekaligus Retirement Readiness Expert, mengajak peserta mengubah paradigma tentang pensiun. Menurutnya, pensiun bukanlah akhir dari perjalanan seseorang, melainkan awal dari babak kehidupan baru. Dengan meningkatnya harapan hidup masyarakat Indonesia, seseorang dapat menjalani kehidupan pasca-pensiun selama 10, 20, bahkan lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu, masa tersebut harus dirancang dengan penuh kesadaran agar tetap sehat, produktif, dan bermakna.
Dalam sesi pelatihan, Dr. Jumadi memperkenalkan REBORN Framework, sebuah pendekatan komprehensif untuk mempersiapkan kehidupan pasca-pensiun. Framework tersebut meliputi Relationship, yaitu memperkuat hubungan dengan pasangan, keluarga, dan lingkungan sosial; Emotional Readiness, membangun kesiapan mental menghadapi perubahan peran; Body Wellness, menjaga kesehatan sebagai modal utama menikmati masa pensiun; Opportunity & Financial Sustainability, mempersiapkan peluang usaha dan pengelolaan keuangan; Religious & Spiritual Growth, memperkuat kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT; serta New Legacy, membangun warisan kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan. Berbagai kisah inspiratif, pengalaman nyata mendampingi para pensiunan dari berbagai perusahaan, tayangan audio visual, diskusi kelompok, hingga permainan interaktif membuat suasana pelatihan terasa hidup. Doorprize yang dibagikan di sela-sela kegiatan semakin menambah antusiasme peserta sehingga proses belajar berlangsung penuh semangat namun tetap sarat makna.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai rencana masa pensiun mereka. Banyak di antara mereka yang mulai menyadari bahwa persiapan pensiun tidak hanya identik dengan dana pensiun, tetapi juga menyangkut kesiapan menjalani identitas baru, menjaga kesehatan, memperkuat hubungan keluarga, hingga menemukan aktivitas produktif yang memberikan kebahagiaan dan manfaat.
Salah seorang peserta, Bapak Suherman, yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada tahun depan, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. Menurutnya, pelatihan ini menjawab berbagai kegelisahan yang selama ini dirasakan. Ia juga mengapresiasi gaya penyampaian Coach Dr. Jumadi Subur yang energik, komunikatif, serta diperkaya dengan berbagai contoh nyata berdasarkan pengalaman mendampingi calon pensiunan. "Pelatihan ini sangat bagus dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kami. Saya semakin optimis menghadapi masa pensiun karena sekarang memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang harus dipersiapkan," tuturnya.
Melalui kolaborasi bersama PT Reborn Purnakarya Akademi, Yayasan Pesat Birrul Walidain Bogor berharap program ini menjadi awal dari budaya pembinaan pegawai yang berkelanjutan, mulai dari masa awal pengabdian hingga memasuki masa purnabakti. Dengan bekal kesiapan fisik, emosional, spiritual, sosial, dan finansial yang lebih baik, para pegawai diharapkan mampu memasuki masa pensiun sebagai pribadi yang tetap sehat, produktif, mandiri, dan terus menghadirkan manfaat, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang selama ini menjadi ruh pengabdian di lingkungan Sekolah Pesat Bogor.
Lebih Dekat dengan Sekolah Pesat
Sekolah merupakan ruang untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, dan menemukan potensi. Melalui berbagai program dan kegiatan, Sekolah Pesat terus berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara akademik maupun nonakademik.
Ikuti informasi dan kegiatan terbaru Sekolah Pesat melalui kanal resmi kami. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan, kegiatan siswa, maupun informasi penerimaan peserta didik, Anda dapat menghubungi tim Sekolah Pesat melalui kanal informasi resmi yang tersedia.
Ditandai: kegiatan · kemitraan · pelatihan-masa-persiapan-pensiun
Terarsip di Berita & Artikel · Yayasan Pesat Birrul Walidain · Kegiatan



